Penulis by : Mucry
3 tahun sudah aku berumah tangga, sekarang aku dan istriku tingagal di PMI alias Perumahan Mertua Indah, sampai saat ini belum di berikan Buah hati. Mertua dan orang tuaku sendiri sangat menginginkan cucu, tapi apa boleh di kata Tuhan belum memberinya, berapa kali aku dan istriku berkonsultasi tapi gak ada hasil, dokter atau paparaji katanya aku dan istriku sehat / tidak sama sekali yg namanya mandul. Perjalanan rumah tanggaku yg belum memiliki anak penuh dengan kontroversi antara mertua dan menantu, tapi semua itu aku jalani dengan happy, anggap saja itu adalah kisah dari hidup, apa lagi mertua lelaki yg sangat ngotot sekali ingin sekali memiliki cucu ttidak terbantahkan lagi, sesekali sering bertarung mulut dengan aku, tapi ibu mertua selalu membelaku.
Diselah – selah kita sedang makan malam bersama, celetuk ayah mertua. “mantu kapan keluarga ini ramai dengan anak kecil “tanya ayah mertua, mukaku berubah menjadi merah sungkan sekali aku untuk menjawabnya tak lama ibu mertua jawab.
“ sudah Pih makan2 aja jangan bawa2 anak kecil nanti juga hadir dengan sendirinya, ya sudah mantu besok kamu ikut ibu, kita konsultasi ke dokter teman ibu”,
“ iya Bu”.jawabku dengan tenang
Selesainya makan malam aku dan istriku beranjak ke kamar tidur, sikap yg aneh istriku bertanya tidak seperti biasanya;
“ Pih, aku heran sam Ibuku kenapa kamu selalu di bela kalau masalah anak kecil, padahal itukan keinginan kita semua termasuk orang tua kamu juga kan ? “
“ mamih itukan orang tua kamu, kamu kok berpikiran negative sama orang tua kamu sendiri, sudah lah mih aku pusing kalau itu, itusaja materi yg di bahas “.jawabku
“ ya tapiPih…….., kamu harus berusaha dong 3 tahun, 3 tahun Pih kita berumah tangga” nada bicara istriku sudah mulai naik level 98 %.
“ Mih kamu harus ingat, kita di satukan karena Allah, kita belum punya anak pasti kehendak Allah juga, kita berdoa saja, dari pada kita berantem gak jelas mendingan kita coba bikin anak lagi yuk..! “ canda jawabku
istriku tersenyum tersapu-sapu, sembari memeluk tepatnya di pergelangan pinggangku, tidak lama dan hanya hitungan detik terjadi langsung serangan fajar yg kesekian kalinya.
“Selamat pagi sayang.. ” sapa aku pada istriku.
“ Pih.. kamu jadi jalan sama ibu , mau kemana sich”?
“ Gak tau, ibu mau ajak aku kemana …. !” diluar kamar terdengar suara ibu mertua memanggil – manggil namaku, tak lama ibu menghampiri aku di kamar dan sesegera mengajak aku untuk pergi, kecupan kening aku berikan kepada istriku sembari berkata
“Mih…, aku jalan dulu ya hati2 di rumah” .
Tak lama aku dan ibu mertuaku bergegas menaiki mobil, dalam perjalan aku asyik ngobrol, becanda sesekali sampai tertawa terbahak2, entah apa yg di bicarakan yg jelas aku merasa terlindungi oleh ibu mertua, saking asyik bercanda sampai lupa mau kemana, secara tiba2 ibu mertua memintaku membelokan mobil ke sebuah Rumah Sakit, anggap aku mungkin ibu mertua mau cek kesehatan dulu, lenggah langkah kaki kita berdua menuju ruangan salah satu rumah sakit tersebut, tapi kok ibu mertua memasuki ruangan yang papan namanya tertuliskan Specialis Kandungan.
“ Siapa yang hamil ya, ibu mengertua malah masuk ke ruangan specialis kandungan, jangan-jangan …… ?”. pertanyaan dalam hati
“kamu mau masuk apa mau tunggu di luar, mending kamu kamu masuk aj dech biar tahu ..!” , tawari ibu mertua padaku.
Menunggu aku di sebuah ruangan dokter specialis kandungan, dan ibu mertua ku sedang di periksa, selesai di periksa aku melihat ibu mertua dan dokter asyik sekali ngobrol dan terus menerus dokter itu mengucapkan selamat pada ibu mertua sembarimenghampiri aku, dengan suka cita dokter menjabatkan tangannya kepadaku sembari mengucapkan;
“ Selamat ya pak, istri anda positive, kandungannya sehat dan sudah berumur 3 bulan, sekali lagi selamat ya pak … !” , aku ga bisa berkata – kata saat dokter itu menyalami aku dan berkata seperti itu dan ibu mertua pun menatap dan terseyum melihat wajahku, dalam benakku, aku ingat lagu yg judulnya Hamil duluan yg di populerkan tuti wibowo.
“ wewww, ma …. Mamama… makasih dok !”, Jawab aku pada dokter.
Selesai di periksa, dalam perjalanan menuju mobil aku hanya terdiam dan menundukan kepala, tidak peduli apa yg di katakan ibu mertua dan dokter itu, fokus aku sekarang, ingin mengetahui siapa ayah dari janin kandungan ibu mertuaku, di perjalan dalam mobil, aku memberanikan diri bertanya.
“ Bu… aku ingin mengakhiri semua ini, dan siapa ayah dari anak itu ?”.
“ apaaaaa, apa kamu bilang, asal kamu tahu anak ini anak kamu, hasil hubungan kita selama 1 tahun terakhir”Jawab ibu mertua dengan teriakan kencang dan penuh emosi
“Tapi bu, yg saya ingat selama kita berkencan sy selalu memakai pengaman, mungkin itu anak ibu dan ayah mertua”.
“Dengerin aku ngomong, kamu harus tahu semuanya, suami aku mandul, dan istri kamu adalah anak tiri, dan aku tidak pernah berhubungan intim dengan orang lain selain dengan kamu, kamu harus tahu itu !”,dengan tegas ibu mertua menjawab ?
aku sangat sock mendengarnya kalau istriku itu adalah anak tiri dan ayah mertuaku ternyata mandul, tidak habis pikir kalau ini semua di ketahui sama semuanya.
______________________>>>>>>> BERSAMBUNG <<<<<< ________________________
Tunggu kelanjutannya hanya di
IBU MERTUA TEMAN KENCANKU
Part. 2

Post a Comment