Sudah tidak ada yang berharga lagi, yang aku lihat bukan emas, intan atau permata melainkan hanya nasi aking yang aku konsumsi sekarang .
Yahh… sebaik-baiknya tetangga pasti ada batasnya dan tidak selamanya mereka tersenyum saat aku keluar dari rumah.Mungkin menyapa pun enggan, ya sudahlah namanya juga hidup, gak usah neko-neko.Ya Allah, Ya Rob, Ya Rohman, Ya Rohim……Lihatlah umatmu ini, aku yang sedang makan nasi aking mereka enggan menyapaku, tapi jika aku sedang menyantap gulai daging dia bahkan datang kerumahku.Aku yang sedang kesakitan ia enggan menjengukku, tapi jika aku sedang membawa kebaikan dia mau melihat keadaanku.Bukan aku mengeluh dengan keadaanku sekarang ini, tapi yang aku ingin mereka yang ada didekatku mau mengerti dengan kondisi yang sedang aku hadapi.Ya Allah, Ya Rob, Ya Rohman, Ya Rohim……Aku percaya Engkau Tuhan ku tidak akan pernah menyesatkan umatnya, Engaku selalu pasti ada di dekatku dan melihatku walaupun aku tidak melihatMu.Ingin aku, mereka tahu, inilah aku yang tidak selamanya memiliki rumput hijau di depan rumahkuWalaupun rumputku sudah tidak hijau lagi, mentang – mentang rumput di depan rumahklu sudah gersang mereka malah menginjak-injak. dengan sesuka hatinya .Apapun jadinya……SAMA SAJA, cintaku kepada Tuhan ku tidak berkurang sedikitpun walaupun rumput di halaman rumahku sudah tidak hijau lagi.Jadi apa yang harus aku berikan kepada mereka, aku sendiri menangis melihat keadaanku, apa lagi mereka mungkin jijik melihat aku
Post a Comment