LOST & FOUND Serius

Penulis; Mukrih (mucry)


Saya bukan mencari popularitas atau mencari nama untuk sebuah jabatan, tetapi saya ingin menjadi baik divisi yang saya jalani bersama team untuk menjadi lebih baik lagi,  jadi siapapun pimpinan yang memimpin divisi lost & found harus satu visi yaitu sesuai dengan motonya Team Work.
Saya bekerja di salah satu maskapai penerbangan milik swasta yang melayani pasar /rute domestik,  saya fokus untuk membenahi dan melanjutkan semua misi dan visi yang sudah berjalan saya bersama team tinggal meneruskan ke arah yang lebih baik modern dan tidak monoton, banyak orang  mengartikan  Lost & Found itu Hilang dan hilang / lost & Lost, Saya bersama team work ingin merubah image itu bahwa divisi lost & found bukan tempat persembunyian bagasi yang hilang melainkan saya harus menggantinya dengan tempat ditemukanya bagasi atau koper yg hilang barang bawaan si penumpang, intinya saya bersama team  bekerja keras untuk semua menjadi profesional dalam memecahkan kasus kehilangan bagasi,  yang kami lakukan itu berdasarkan SOP (standar operasinal prosedur ) yang di buat oleh management.
Rutinitas setiap hari di divisi lost & found Menangani penumpang yang kehilangan bagasi/koper dan lain-lainnya, intinya kami memberikan penangan yang masih berkaitan dengan bagasi/koper penumpang apapun jenisnya, lost & found lah tempatnya.
“Hari ini sepertinya lost & found sepi penumpang ?” canda temanku
“iya jelaslah lah sepi penumpang pesawat belum ada yang landing, gimana gak sepi penumpang kalau mau rame iya di chek in counter pasti rame penumpang coba jalan kesana sembari cari sampingan siapa tahu ada buat bikin kopi itam ni pagi”jawabku canda juga
“Bisa sajaaaaaa…. bapak  yang satu ini, cari sampingan di chek in counter itu sih bukan area kita buat cari kopi, itu areanya orang2 sana mungkin mereke bukan buat sekedar ngopi tapi buat beli mobil bisa …….wkwkwkwkwk !”
“wkwkwkwkwkwkwkk” tawaku terbahak semua seisi ruangan ikut tertawa
“Bukannya begitu …. bapak chif ? tanya temanku padaku
“iyaaa……… hanya Tuhan yang tahu buat beli kopi apa buat beli mobil itu urusan mereka, beres-beres sudah waktunya kerja pesawat bentar lagi landing.” Suruhku pada team dan termasuk aku.
Itulah gaya kami team work Lost & Found sambari mengisi waktu luang kita memulai bekerja  dengan canda gurau sesama rekan kerja, yaaaa…… itung2 biar awet muda tawa terus kan enak, tapi kami juga tidak melupakan tugas pokok kami melayani penumpang harus dengan senyuman,ramah, sopan, santun dan beretika.
Sebenarnya bukan basic saya dunia penerbangan yang saya jalani sekarang ,sekolah saja DO apa lagi berkomunikasi dengan penumpang atau customer yang kehilangan bagasi,  itu semua tidak mudah butuh proses, karena saya mencintai pekerjaan itu jadi saya harus tahu bagaimana cara berhadapan /berkomunikasi dengan penumpang dengana bahasa kita sendiri, saya pelajari semua itu dari masalah yang pernah saya alami  dengan perlahan saya bisa menghadapi tantangan itu.
Saya biasa di panggil sesama rekan kerja panggilan akrabnya chief, padahal panggilan chief itu untuk seorang atasan atau kepala divisi yang di pimpin, sedangkan saya sama seperti yang lain masih staff divisi lost & found bukan chief.
“Ok team, pekerjaan kita di mulai pesawat sudah mulai landing siapkan atribut dan fokus!”ajakku pada team 
“Siap….. siap ….. siap” kompak jawab team work
“Tapi chief kita harus fokus juga dengan jangkrik yang jam 9, biasanya ada yang ngumpet – ngumpet di belakang kalau jam 9, lumayankan buat ngopi-ngopi, wkwkwkwkwk” tanya team  menyindir .
“iya sudah silahkan, tapi awas jangan sampai kecolongan star bisa bahaya kalau kecolongan star”jawabku sembari tersenyum.
Di dunia kerja  dalam team work khususnya pasti saja ada oknum  yang tidak suka  dengan aturan yang dibuat atau tidak sepaham dengan sesama team alias berbeda pendapat bukan pendapatan tapi itulah dunia kerja.
Terlihat dari kejauhan penumpang sudah mulai berduyun-duyun menghampiri ban berjalan di mana bagasi/koper  para penumpang di tempatkan, penumpang di ingatkan melaui pengeras suara agar mencocokan nomor bagasi/koper yag di pegang si penumpang  dengan nomor yang merekat di koper penumang masing2.
Selang setengah jam  penumpang sudah berkumpul mengelilingi ban berjalan tapi belum ada koper yang masuk satu pun saya dan team berjaga tepat di pintu keluar untuk mengecek atau mencocokan nomor koper dengan nomor koper  penumpang pegang yang diberikan pada saat chek in
“wadooow pada keman tuh koper sudah setengah jam belum masuk jangan-jangan tuh pesawat gak muat koper penumpang bisa kacau ni hari !” firasatku
“Memang ada info sebelumnya kalau koper tidak di muat chief ?” tanya team pada ku
“sepertinya gak ada dech, say cek email dari all station gak ada info koper gak di angkut, coba saya cek ke lapangan, jangan tinggalkan penumpang bisa kacau kalau tidak ada petugas”.
“siap chief, tapi chief juga jangan sampai ngopi dulu iya ngeceknya”
“OK”. Jawabku sembari acungkan jempol kedipkan mata dan tersenyum.
Saya cek ke belakang dimana bagasi akan di un loading atau di turunkan bagasi sudah datang dari kejauhan di angkut oleh operator khusus pemabawa koper, saya tanyakan kepada operator tersebut kenapa bisa lama bagasi datang, informasi dari si operator ada pesawat lewat jadi mau tidak mau harus berhenti dulu kalau bahasa lalu lintas lampu merah.
Penumpang mulai sumringah bagasi sudah mulai berjalan di ban berjalan sebelumnya para penumpang gelisah khawatir bagasi/kopernya tidak di angkut begitu juga saya dan team.
45 menit berjalan proses pengambilan bagasi/koper selesai, tapi ada  1 bagasi/koper yang tersisa di ban berjalan anggap saya dan team kelebihan bagasi atau koper itu milik penumpang di penerbangan berikutnya atau bisa saja penumpang yang lupa ambil.
“Aman team?” tanyaku
“Clear chief”.
Dibawalah bagasi/koper lebih tersebut ke ruangan dan di catatatnya pada buku khusus untuk bagasi lebih, system pencatatan nya masih serba manual dan belum masuk dalam komputerais, bisa di bilang system kerjanya masih perlu banyak yang di perbaiki atau di remajakan  menjadi professional seperti airline lain yang sudah mengacu pada standar internatonal semuanya serba komputerais, saya ingin cara kerja di divisi ini seharusnya sudah system komputerais.
“Beuhh tuh cewek caem banget, bodynya mirip gitar pengamen bus kota kecil banget jangkis abis” team berceloteh
“jangan-jangan itu cewek nyariin kopernya?”tanyaku
“Kalau bener kesini dia nyariin koper, ni bagian saya iya sapa tahu jodoh”team inginkan
Lost & found di setting oleh management yang di tempatkan kebanyakan laki2, jadi wajar saja kalau team berebut jika menangani penumpang cewek , giliran penumpang laki2 lempar-lemparan, memang ada cewek yang di tempatkan di lost & found itupun  hanya 1 dan di tugaskan untuk mengurus administrasi lagian gak lucu juga kalau kita pacaran sesama team, memang gak ada salahnya itu hak semua orang, tapi kalau putus kemudian pacaran lagi sama orang yg masih satu team, yang ada nanti malah jadi pertikaian itu semua berpengaruh kepada team work, banyak contoh persahabatan atau team work menjadi retak hanya gara-gara asmara. 
Menghampiri wanita itu ke ruangan dan bertanya
“selamat pagi, maaf saya mau ambil koper saya, tadi lama di toilet antri jadi telat ambil kopernya?”tanya lugu wanita itu pada team
“kok bisa sich mbak telat, saya tungguin dari tadi, bisa lihat nomor bagasi/kopernya”jawab team sedikit merayu, lekas mengeceknya nomor bagasi/koper itu dengan  yang lebih 1 tadi di ban berjalan setelah di cocokan nomor itu ternyata tidak cocok dengan fisik surplus yang ada, kemudian saya keluar dari persembunyian dan menghampiri wanita itu dan bertanya sembari menunjukan bagasi lebih tadi
“Kopernya mirip sama dengan ini gak mbak ? tanyaku
“Iya sama…hey kamu kerja disini sekarang makin kurus aj!”jawab dan bertanya balik  si penumpang wanita itu.
“Maaf siapa iya, maafkan saya ......kalau saya lupa siapa mbak”
“wahh udah tua ni, ini aku yang dulu kamu pernah katakan cinta dan memberikan cicncin, terus aku tolak cinta dan cincin kamu  waktu di SMA, maaf iya kalau dulu itu bukan maksud aku menyakiti kamu tapi itukan dulu” curhat wanita itu dan seisi ruangan itu mendengarnya
“Oooh….. pernah di tolak toh cintanya aduh kasian banget chief ini, ya sudah pak chief silahkan di layani passangernya dengan baik dan jangan sampai di tolak lagi iya chief !” canda team
“ iya kalau rezeki gak kemana, gak apa dech pernah di tolak juga, siapa tahu bisa CLBK” jawabku sembari melihat mimik muka wanita itu yang ternyata temanku sendiri waktu di SMA dan dia pun tersnyeum tersipu malu dan sepertinya mau.
Aku perintahkan kepada team untuk mencari bagasi/kopernya yang tertukar ke luar area bandara sembari saya membuatkan laporan kehilangan bagasi/koper. Panjang lebar ngobrol curhat pada dasarnya aku dan dan dia curhat semasa SMA dulu saking asiknya sampai lupa tanya team bagasi/kopernya sudah ketemu atau belum, saya tanyakan pada tetoam hasilnya nihil alias tidak di temukan, biasanya kita menunggu keajaiban niat baik orang yang salah ambil bagasi, percuma juga jika melakukan tracing ke stasion awal keberangkatan,toh bagasinya juga ketukar tapi tetap kita lakukan tracing untuk melengkapi document kalau-kalau bagasi itu tidak di kembalikan sama si penumpang yang salah ambil, jadi kita sudah maksimal melakukan pencarian yang nantinya bisa di claim jika bagasi itu tidak di ketemukan,kemudian saya jelaskan prosedur proses pencarian jika bagasi belum di temukan dalam jangka waktu 1 minggu dan seterus 
“Untuk sementara, saya coba lakukan pencarian dulu bagasinya iya maximal hari ini bisa  di temukan saya  jamin, nanti kita akan antar bagasi/kopernya ke alamat  kamu sama team driver dari kita, pasti saya hubungi  kamu jika kopernya sudah ketemu”penjelaskan pada teman wanitaku
“iya sudah mau diapain lagi tapi bener iya di anter, saya maunya kamu yang antar sendiri ke rumah aku” permintaan teman wanitaku
“hmmm…hmmmm, sudah antarlah chief sekalian nyambung silaturahim siapa tahu ada kali” ejek team padaku sembari tertawa
“ya sudah aku anter kopernya kerumah kamu”jawabku malu
Tak lamu penumpang alias teman SMA itu pamitan pulang, tidak heran team terus menerus mengejekku
“Anterin sampai depan dong chief sampai dia naik taxi, iya bila perlu di ongkosin wkwkwkwk” ucap temanku
“ok… ok aku anterin”.
Berjalan keluar untuk mengantar keluar aku memberikan pesan dengan tangan kepada team tangan ku menunjukan ke saku dimana dompet berada yang artinya sedang boke.
Aku hantar dia sampai naik taxi sangat terkejut saat dia hendak masuk taxi dia mencium pipiku sembari berkata.
“Ku tunggu iya sayyy di rummah, dachhhhh…”.
Dag… dig…dug jantungku saat dia mencium pipi ku, muka ku langsung kemerah-merahan kagetnya bukan main, setelah aku menghantar dia aku kembali ke ruangan kerja team langsung ketawa-ketiwi mentertawakan ku, ceng-cengngan tradisi di lost & found sampai aku tidak bisa berbuat dan berkata banyak, tidak lama ada penumpang lain masuk ruangan yang mengaku bagasi ke tukar dan ternyata benar bagasi itu ter tukar dengan teman SMA ku.
Semuanya itu  saya dan team mengambil pelajaran dari kasus tersebut  kita lekaukan evaluasi terhadap masalah itu  supaya tidak terjadinya salah ambil bagasi/koper, setiap hari kita melakukan evaluasi terhadapa masalah yang ada agar team work menjadi lebih solid lagi dan tidak melakukan kesalahan untuk yang kesekian kalinya.

---------------------------------- BERSAMBUNG--------------------------------------
Ikuti cerita kelanjutannya Lost & Found Serius Part.2 
hanya di sini mynameis cry 

Share this article :

Post a Comment

 
Copyright © 2014. my name is CRY