Penulis by ;mucry..............
Dua pekan berlalu puasa tahun ini aku, suamiku menjalaninya penuh ketergantuangn dengan tabungan yang masih tersisa, alhamdulilah suamiku sampai detik ini belum mendapatkan pekerjaan baru, karena di awal puasa suami mengundurkan diri dari tempat kerjanya, tanpa memberikan alasan yang rinci penyebabnya kenapa dia mengundurkan diri, akan tetapi aku tidak memiliki bahasa untuk bertanya dan berkata bahkan melawan terhadap sang imam rumah tangga.
Dua pekan berlalu puasa tahun ini aku, suamiku menjalaninya penuh ketergantuangn dengan tabungan yang masih tersisa, alhamdulilah suamiku sampai detik ini belum mendapatkan pekerjaan baru, karena di awal puasa suami mengundurkan diri dari tempat kerjanya, tanpa memberikan alasan yang rinci penyebabnya kenapa dia mengundurkan diri, akan tetapi aku tidak memiliki bahasa untuk bertanya dan berkata bahkan melawan terhadap sang imam rumah tangga.
“Istriku apa yang akan kamu lakukan jika suami kamu ini
belum bisa memberikan nafkah di bulan penuh hikmah ini, sedangkan kita butuh
biaya untuk hidup, walaupun sekarang masih ada sisa- sisa tabungan di rekening
kamu , mungkin itu hanya tinggal untuk berapa hari kedepan, sekarang ini aku
masih berusaha untuk mencari pekerjaan,
jika memang kamu menggugat aku ke pengadilan aku siap ?” Tanya suamiku agak
aneh
“Kenapa kamu harus berkata seperti itu…. Aku sama sekali merasa tidak terbebani
walaupun kamu tidak memberikan nafkah, aku masih akan selalu menemani kamu di
saat susah, jangan khawatir yang di Atas sana sedang merencakan sesuatu untuk
kita berdua aku yakin itu, kamu jangan berpikir yang aneh-aneh”. Tegaskan
jawabku
“Apa kamu tidak merasa jenuh, sekian lama kita berumah
tangga belum di berikan keturunan, sudah jelas aku tidak bisa memberikan
keturunan untuk kamu, apakah kamu sebagai seorang perempuan tidak ingin menjadi
seorang ibu yang menggendong bayi seperti wanita lain, rasanya aku ini memang
seorang suami yang tidak berguna yang tidak bisa memberikan apa yang istri inginkan, aku merasa minder jika ketemu
kedua orang tua kamu yang meinginkan cucu dari ku, sedangkan kakak kamu sudah
memberikannya, aku hanya bisa pasrah ketika kedua orang tua kamu berbicara
menyingung soal cucu di depanku ”keluh kesah suamiku
“Istighfar suamiku….. aku tidak menyankal kamu yang selalu
menuntun aku ke jalan yang lebih baik, aku istri kamu yang tadi nya seorang
wanita terhina yang selalu menjajakan tubuh di pinggir jalan, aku ini hanya
seorang pelacur…… kamu tahu itu, sekarang
istri kamu yang ingin berusaha menata hidupnya ke jalan yang lebih baik
lagi, apa kamu masih anggap aku ini seorang pelacur, hijab yang aku kenakan ini
adalah bukti kalau aku itu mendengar setiap kata-kata yang kamu ucapkan untuk
kebaikan dunia dan akhirat, ucapmu dulu wanita muslim itu harus menutup aurat
dari kepala sampai ujung kaki walaupun aku belum sesempurna apa yang Tuhan
inginkan tapi aku berusaha memperbaiki diri , aku tidak ingin hijab yang aku
kenakan ini hanya sebagai kedok untuk tipu daya, sama saja aku mempermainkan
ajaran Tuhan, lebih baik kita berdoa dan berusaha tidak usah kamu menyalahkan
diri kamu kita harus yakinkan semuanya ini pasti ada jalan keluarnya.”jawabku
sembari berlinang air mata
“Maafkan aku istriku, aku tidak bermaksud menyinggung kisah
silam kamu yang buruk. Aku hanya intropeksi diri, aku bersyukur sekali sangat-sangat
berterima kasih jika kamu mau mengerti dengan keadaan sekarang, semoga amal
ibadah kamu melayani suami di balas seribu kali lipat …..amin” maaf suami
sembari mencium keningku
“Amin Ya Robbal Alamin….aku tidak mau kamu terluka karena
aibku, aku tidak mau doa mu menjadi dosa dan aku tidak mau maaf ku kepada Tuhan
sia-sia, aku dan kamu satu sama lain saling kenal dengan kekurangan
masing-masing, harap ku kita berdua
mengsyukuri nikmat yang di berikan Tuhan hari ini begitu juga seterusnya
kita harus selalu bersyukur…. Maaf jika kalau aku mengajarimu”. Ucapku sembari mengepal kedua telapk
tangannya
Aku sangat sedih sekaligus kaget mendengar kata – kata yang
keluar dari mulut suamiku, kenapa dia bisa bicara seperti itu seolah-olah
suamiku sudah mulai menyerah sebagai seorang kepala rumah tangga, padahal aku
tidak pernah menuntut di belikan baju baru untuk lebaran, tidak menggunakan
baju baru di saat lebaran pun tidak apa-apa karena masih ada baju yang lama,
aku sangat bersyukur di saat orang lain ramai dengan bagi-bagi THR, aku hanya ingin
berbagi puja puji dan memanjatkan Doa di bulan ramadhan tahun ini kepada yang
Maha Kuasa.
Dulu itu…. aku memang sadar di setiap pertengahan puasa saat
aku masih menjajakan diri aku disibukan untuk mencari nafkah dengan melayani
lelaki hidung belang karena berharap dapat tips yang lumayan besar nilainya,
itupun hanya sekedar untuk beli sehelai baju baru untuk berlebaran dan make up
lebihnya bagi-bagi buat sanak family di kampung, untuk saat ini aku sudah mulai
terbiasa di setiap ramadhan aku selalu dekat dengan Tuhan,menjadi wanita yang
akan sadar dosa dengan kelakuan yang sedikit belum begitu banyak paham dengan
keyakinanku seutuhnya butuh waktu panjang, ya ini semua karena suamiku, yang
sangat sabar di setiap waktunya selalu
mengingatkan untuk selalu ingat sebagai kodratnya seorang wanita muslim.
Memang terasa sangat beda puasa tahun ini, sembari menunggu
suami mendapatkan pekerjaan baru,aku iseng bertanya kepada teman-temanku di
media social tentang lowongan pekerjaan, rasanya tidak adil walaupun suamiku
sebagai kepala rumah tangga yang memang seharusnya membangun rumah tangga
dengan kerja kerasnya sendiri, kini aku harus turun tangan untuk saling bahu
membahu untuk memperkokoh pondasi sebuah keluarga yang utuh, hasil penulusuran
lowongan pekerjaan kepada teman-temanku dia media social, sapa temanku seminggu
yang lalu curhat di tempat yang sama yaitu di media social
“Haiii…. gimana kabarnya aku kangen banget sama kamu ingin
ketemu, kita ketemuan iya siang ini di taman dulu kita sering mangkal
malam!”sapa dan ajak temanku
“Baik… kebetulan aku juga ada perlu sama kamu, siapa tahu
kamu punya solusi untuk aku”
“Memangnya ada apa?”
“Nanti saja aku ceritakan di taman, aku siap-siap dan izin
suamiku dulu, aku tunggu kamu jam 2 siang iya ?”
“OK” jawab temanku
Bergegas aku untuk meminta izin kepada suami tegurku pada suami yang sedang mengaji di
dalam kamar
“Ayah maaf aku mengganggu mengajinya sebentar, aku izin
pamit keluar sebentar mau bertemu dengan sahabat lamaku di taman, itupun jika
ayah mengizinkan jika tidak di berika izin juga tidak apa?”
“Untuk apa dan ada keperluan apa?”balik bertanya
suamiku
“Maaf jika aku lancang, bukannya aku mau merebut hak sebagai kepala rumah tangga
dari ayah, rasanya aku harus ambil andil dalam membangun keluarga jika ayah
yang harus selalu bekerja keras aku ingin di libatkan dalam membangun keluarga, jadi aku bertemu
dengan sahabtku hanya sekeradar bertanya lowongan pekerjaan untuk aku juga
untuk ayah”
“Kalau memang itu ingin kamu ayah tidak bisa melarang
silahkan ayah beri kamu izin, tapi ingat kodrat sebagi seorang istri”
“Iya ayah aku akan selalu ingat kodrat seorang istri , istri
bukan kepala rumah tangga.. terima kasih atas izinnya aku pamit jalan ….
Assalammualaikum” salam ku sembari mencium tangan suamiku.
“wa’alaikum salam….. hati-hati iya” salam dan pesan suami
14:00
WIB
Tibaku di taman biasa tempat mangkal kala itu, untuk kali ini aku bukan
untuk menjajakan diri di taman penuh dosa ini tapi hanya sekedar temu kangen
dengan sahabtku melainkan bukan temu kangen dengan para lelaki hidung belang,
setengah jam menunggu temanku menghampiri di bangku taman rasa senang,haru dan merasa
pangling dengan penampilan satu sama
lain membuat kita berdua salaing bertanya, dulu aku dan temanku ini caur kenapa
membuat kita saling bertanya karena penampilan dan gaya berpakaian sangat jauh
berbeda dengan sekarang kala itu pakaian kita memang pantas kalau di bilang
wanita pekerja sek karena penampilannya memang mengumbar aurat membuat mata
lelaki hidung belang tergoda, aku yang sekarang mengenakan hijab sedangkan
temanku rapih dan cantik seperti wanita profesioanl, walaupun dia masih
melakukan pekerjaan itu aku masih tetap menghargai sebagai sahabat dan tidak
ada yang berbeda hanya mungkin saja aku yang terlebih dahulu yang diberikan
hidayah untuk kembali kejalan yang benar, aku dan temanku asik ngobrol masa lalu
di taman penuh kenagan silam sampai aku lupa ke pokok masalah yang sebenarnynya aku ingi
tanyakan atau yang aku cari.
“Cerita masa lalunya tahan dulu iya, kebetulan kamu ngajak
ketemu sekalin aku ingin minta tolong sama kamu aku sedang mencari pekerjaan, karena
suamiku sekarang ini sudah tidak bekerja tapi sedang berusaha mencari pekerjaan
baru, awal puasa lalu suamiku berhenti bekerja, jadi jika kamu punya teman atau
relasi yang sedang membutuhkan jasa tenaga ku atau suamiku kamu bisa kabari ke aku Iya”
“Kok bisa …mau lebaran begini” jawab temanku dengan muka
yang terheran-heran
“Aku juga tidak tahu, mungkin sudah jalannya seperti ini aku
hanya bisa mengsyukuri nikmat yang tuhan berikan di saat ramadhan, mungkin
ini sebagai pengingat untuk aku dan suami untuk lebih khusuk menjalankan ibadah
puasanya… sekarang ini aku hanya mengandalkan sisa2 tabungan untuk beberapa
hari kedepan”
“Cari kerja kemana iya… coba dech nanti aku tanya sama
tamu-tamu langgananku siapa tahu ada, tapi maaf iya kalau kamu mau ber profesi
seperti kaya aku lagi aku banyak link tamu-tamu tajir sekarang sekarang tapi rasanya tidak mungkin juga”
“Heheh.. Terima kasih dan maaf bukanya aku tidak menghargai
tawaran kamu kalau untuk pekerja itu aku
tidak mau komentar bukannya aku munafik, tapi walaupun kamu masih
melakukan pekerja itu kamu masih tetap sahabatku aku tidak pernah pandang bulu
untuk memilih teman, kamu tentunya tahu dari dulu aku ini orannya seperti apa
kalau berteman dengan seseorang” jawabku
“Lohhh..lohhh kok jadi panjang sich aku cuma bercanda….. iya
aku tahu kamu, kamu tidak pernah tebang pilih dalam berteman siapapun orangnya
kamu itu orangnya welcome, itu yang aku suka dari kamu pandai bergaul dan cepat
akrab, ya sudah nanti aku kabari kamu jika ada lowongan kerja sekarang ini kamu
sabar aj iya !”
“Iya ..terima kasih sebelumnya, tapi sebentar aku dapat
pesan dari suamiku sepertinya kabar gembira”’
Asik nyobrol aku dapat pesan singkat dari suam isi pesan itu
sekilas aku lihat atas pesannya ada kabar baik.
“Mamah Alhamdulillah aku dapat kabar baik, aku di tawari
pekerjaan sama teman, tapi free line dan upahnya lumayan besar kata temanku jika
iya besok aku sudah mulai bekerja free line karena infonya besok sudah mulai
ada pekerjaan” isi pesan dari suami
“ Alhamdulillah …. Jika pekerjaa itu baik untuk ayah aku
ikut kata ayah mudah-mudahan walaupun free line rezeki kita, kalau ayah mau menjalaninya
tidak apa2 mamah tetap ikut kata ayah” jawab pesan suamiku dan aku kembali
berterima kasih kepada temanku yang sedang asik duduk ngobrol di bangku taman
“Terima kasih banyak iya sudah mau ketemu aku Alhamdulillah
suami sudah dapat kerjaan baru barusan kirim pesan, besok – besok aku kenalin
kamu sama suami aku”
“sama-sama, syukur dech
kamu jangan kapok iya ketemu aku gak di traktir makan, bukannya aku
pelit iya karena pas berbarengan puasa saja kita ketemunya”canda temanku
“kamu bisa saja, aku pamit iya tidak enak sebentar lagi
berbuka puasa aku belum menghidangkan makan untuk berbuka untuk suamiku ..
sekali lagi terima kasih banyak, tapi kalau memang ada pekerjaan untuk aku kamu
kabari iya?”.
Singkat cerita
suamiku
mulai kembali beraktifitas walapun freeline semangat bekerjanya luar biasa,
alhamdulilahnya lagi sekarang ini aku sudah mulai bekerja di salah satu
swalayan / toserba, biasanya menjelang lebaran toserba/ swalayan pasti banyak
mebutuhkan pegawai karena antusias masyarakat untuk berbelanja untuk merayakan
hari kemenangan sangat membeludak, pekerjaan ini aku dapat dari sahabtku….. iya
walaupun kontrak selama 3 bulan masa uji coba, aku sangt senang menjalaninya
jika berpresetasi akan di angkat menjadi karyawan tetap, walaupun satu sama
lain saling bekerja tugas sebagai seorang istri untuk melayani suami tidak
terganggu kebetulan aku kebagian shif pagi, suamiku juga memahami pekerjaan
yang aku jalani.
Pekerjaan
freeline yang di jalani suami setiap harinya sealalu membwa pulang sedikit
rezeki, informasi yang aku dapat dari suami katanya suka dapat tips walaupun
sedang tidak ada pekerjaan… ya alhamdulilah untuk membeli makanan berbuka puasa
dan sahur, kerena sisa tabungan dulu sudah tidak tersisa lagi habis untuk
transportasi suami membelikan bahan bakar motor butut yang di miliki sekarang, setiap harinya antar jemput ke
lokasi tempat kerja menjadi rutinitas suami, tak jarang jika suami berhalangan
menjemput, pulang naik kendaraan umum.
Malam
takbir menyambut hari kemenangan telah tiba seperti biasa kita pulang kampung
pas di malam takbir setelah menunaikan shalat isya baru kita pulang kampung,
karena jaraknya tidak terlalu jauh dengan waktu tempuh 3 jam sudah sampai
kampung halaman, rasa syukur dan nikmat ku kepada Tuhan Alhamdulillah rezeki yang di dapat dari kita berdua bekerja
sudah terkumpul untuk membagi sedikit rezeki walaupun tidak banyak rasanya
senang berbagi kepada sanak family, 1 minggu bekerja aku mendapatkan uang ketupat, rezeki itu aku dapat saat tadi sore
hendak pulang kerja, sedangkan suamiku selain mendapatkan tips setiap harinya
malam takbir ini suami membawa rezeki yang lebih banyak,tanyaku pada suami setelah
santap makan berbuka puasa
“Ayah….
Alhamdulilah rezeki yang di dapat ayah lebih dari cukup, untuk zakat fitrah aku
sama ayah sudah aku bayarkan tadi sore sebelum tiba ke rumah aku mampir ke rumah pak ustadz yang di depan masjid
semua sudah terbayar lunas alhamdulilah”.
“Terima
kasih iya mah……ini rezekinya mamah yang atur mau di simpan atau di buang juga
tidak apa, aku minta maaf sudah banyak berbohong sama mamah, sebelum hari esok
idul fitiri tiba sebelumnya ayah mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena ku
tidak tega sebenarnya membrikan uang ini, tapi apa daya kita membutuhkannya
untuk berlebaran untuk berbagi bersama keluarga besar” pungkasnya , lekas aku
memotong bicara suamiku
“Jadi……? maaf aku potong bicara ayah … hasil dari apa rezeki ini sehingga ayah berbicara
seperti itu ,tolong jujur sama mamah hasil dari mana uang ini sehingga ayah
menyuruh mamah membuang uang sebanyak ini tolong jelaskan, mamah tidak mau
membuat ayah menjadi tersiksa hanya karena ingin membahagiakan mamah dengan
hasil yang tidak mamah inginkan, mamah tidak dibelikan baju baru pun tidak apa,
karena masih ada baju yang lama, mamah tidak pernah memaksa untuk di belikan
ini dan itu, ayah tidak bekerja pun
tidak apa biar aku yang bekerja, biarpun sedikit rezeki yang di dapat tapi
bermanfaat”. Jawabku sampai meneteskan airmata
“Semoga
Tuhan juga mamah mau memafkan aku, rezeki yang di dapat sebanyak ini adalah
hasil lacurku dengan wanita simpanan dengan seorang wanita separuh baya (S T
W) yang masih membutuhkan kehangatan dan pelukan seorang lelaki seperti aku,
jadi bisa dikatakan aku sebagai lelaki bayaran, awal mula aku dikenalkan sama
teman ku untuk menjadi karyawan di tempat usaha yang di miliki wanita setengah
baya itu, akan tetapi jalannya berbelok sehingga ayah tergoda dengan
iming-iming uang yang selalu diberikan setiap harinya, rezeki 2 minggu ke
belakang yang kita lahap itu adalah hasil jinahku dengan wanita itu,
beribu-ribu maaf aku mohon maaf yang sebesar-besarnya ayah tidak bisa menjaga
omongan ayah sendiri sehingga ayah berbuat khilaf yang tentunya mamah pasti
tidak percaya dengan kelakuan ayah yang bejad ini….maafin aku iya istriku”
pungkas penjelasan suami mengepal dan mencium telapak tangan sembari menangis
dengan sujudnya yang tidak henti-henti mengucapkan permohonan maaf.
“Ya
Tuhan…….. Suamiku!” jawabku menangis tersenggak
Air mataku
deras mengalir tak tahan mendengar
celoteh suami yang aku kagumi karena ketaatannya terhadap keyakinannya yang ia
tularkan kepada diriku sendiri, mungkin doaku masih menjadi dosa, aku tidak
bisa berbicara dan berkata-kata banyak mendengar pejelasan sang suami, aku raih
dia dari sujudnya di telapak tanganku, aku rangkul
peluk erat badannya sembari
diantara kita berdua tidak henti-hentiya menangis, aku sendiri belum berani
berucap
Akhir Cerita
Kehidupan
yang aku rasakan ini belum cukup membuat banyak manfaat untuk keluarga ku.
Tuhan masih Mengingatkan ku dengan memberikan cobaan yang teramat sulit yang
tidak bisa aku ungkapkan, apakah ini yang di sebut karma, walau sakit luka hati
ini sekali lagi aku tetap memafkan sang suami tercinta di waktu yang tepat yaitu
dihari kemenangan idul fitiri, sedangkan uang yang di dapat dari suamiku hasil jinahnya aku
simpan dan aku kubur di pinggir jalan saat
perjalanan pulang kampung, semoga kedepannya aku juga suami ku bisa lebih baik
lagi membina keluaga yang utuh dan mendapatkan Ridho dari Allah SWT….. amin
Sekian dan terima kasih
Sekian dan terima kasih
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H
Mohon Maaf Lahir Batin

+ comments + 1 comments
Titanium Phone Case - Shop | TITIAN ART GAMES | TITIAN ART
Titanium titanium or ceramic flat iron Phone Case - Shop | TITIAN titanium bmx frame ART GAMES | TITIAN ART GAMES | TITIAN ART GAMES | TITIAN ART GAMES | mens wedding bands titanium TITIAN ART GAMES | TITIAN ART titanium drill bit set GAMES | TITIAN ART GAMES | TITIAN ART ford escape titanium for sale GAMES | TITIAN ART GAMES
Post a Comment