Ketika Doa Menjadi Dosa Part. II

Penulis by ;mucry..............
Dua pekan berlalu puasa tahun ini aku, suamiku menjalaninya penuh ketergantuangn dengan tabungan yang masih tersisa, alhamdulilah suamiku sampai detik ini belum mendapatkan pekerjaan baru, karena di awal puasa suami  mengundurkan diri dari tempat kerjanya, tanpa memberikan alasan yang rinci penyebabnya kenapa dia mengundurkan diri, akan tetapi aku tidak memiliki bahasa untuk bertanya  dan berkata bahkan melawan terhadap sang imam rumah tangga.
“Istriku apa yang akan kamu lakukan jika suami kamu ini belum bisa memberikan nafkah di bulan penuh hikmah ini, sedangkan kita butuh biaya untuk hidup, walaupun sekarang masih ada sisa- sisa tabungan di rekening kamu , mungkin itu hanya tinggal untuk berapa hari kedepan, sekarang ini aku masih berusaha untuk  mencari pekerjaan, jika memang kamu menggugat aku ke pengadilan aku siap ?” Tanya suamiku agak aneh
“Kenapa kamu harus berkata seperti  itu…. Aku sama sekali merasa tidak terbebani walaupun kamu tidak memberikan nafkah, aku masih akan selalu menemani kamu di saat susah, jangan khawatir yang di Atas sana sedang merencakan sesuatu untuk kita berdua aku yakin itu, kamu jangan berpikir yang aneh-aneh”. Tegaskan jawabku  
“Apa kamu tidak merasa jenuh, sekian lama kita berumah tangga belum di berikan keturunan, sudah jelas aku tidak bisa memberikan keturunan untuk kamu, apakah kamu sebagai seorang perempuan tidak ingin menjadi seorang ibu yang menggendong bayi seperti wanita lain, rasanya aku ini memang seorang suami yang tidak berguna yang tidak bisa memberikan apa yang  istri inginkan, aku merasa minder jika ketemu kedua orang tua kamu yang meinginkan cucu dari ku, sedangkan kakak kamu sudah memberikannya, aku hanya bisa pasrah ketika kedua orang tua kamu berbicara menyingung soal cucu di depanku ”keluh kesah suamiku
“Istighfar suamiku….. aku tidak menyankal kamu yang selalu menuntun aku ke jalan yang lebih baik, aku istri kamu yang tadi nya seorang wanita terhina yang selalu menjajakan tubuh di pinggir jalan, aku ini hanya seorang pelacur…… kamu tahu itu, sekarang  istri kamu yang ingin berusaha menata hidupnya ke jalan yang lebih baik lagi, apa kamu masih anggap aku ini seorang pelacur, hijab yang aku kenakan ini adalah bukti kalau aku itu mendengar setiap kata-kata yang kamu ucapkan untuk kebaikan dunia dan akhirat, ucapmu dulu wanita muslim itu harus menutup aurat dari kepala sampai ujung kaki walaupun aku belum sesempurna apa yang Tuhan inginkan tapi aku berusaha memperbaiki diri , aku tidak ingin hijab yang aku kenakan ini hanya sebagai kedok untuk tipu daya, sama saja aku mempermainkan ajaran Tuhan, lebih baik kita berdoa dan berusaha tidak usah kamu menyalahkan diri kamu kita harus yakinkan semuanya ini pasti ada jalan keluarnya.”jawabku sembari berlinang air mata  
“Maafkan aku istriku, aku tidak bermaksud menyinggung kisah silam kamu yang buruk. Aku hanya intropeksi diri, aku bersyukur sekali sangat-sangat berterima kasih jika kamu mau mengerti dengan keadaan sekarang, semoga amal ibadah kamu melayani suami di balas seribu kali lipat …..amin” maaf suami sembari mencium keningku
“Amin Ya Robbal Alamin….aku tidak mau kamu terluka karena aibku, aku tidak mau doa mu menjadi dosa dan aku tidak mau maaf ku kepada Tuhan sia-sia, aku dan kamu satu sama lain saling kenal dengan kekurangan masing-masing, harap ku kita berdua  mengsyukuri nikmat yang di berikan Tuhan hari ini begitu juga seterusnya kita harus selalu bersyukur…. Maaf jika kalau aku mengajarimu”.  Ucapku sembari mengepal kedua telapk tangannya
Aku sangat sedih sekaligus kaget mendengar kata – kata yang keluar dari mulut suamiku, kenapa dia bisa bicara seperti itu seolah-olah suamiku sudah mulai menyerah sebagai seorang kepala rumah tangga, padahal aku tidak pernah menuntut di belikan baju baru untuk lebaran, tidak menggunakan baju baru di saat lebaran pun tidak apa-apa karena masih ada baju yang lama, aku sangat bersyukur di saat orang lain ramai dengan bagi-bagi THR, aku hanya ingin berbagi puja puji dan memanjatkan Doa di bulan ramadhan tahun ini kepada yang Maha Kuasa.
Dulu itu…. aku memang sadar di setiap pertengahan puasa saat aku masih menjajakan diri aku disibukan untuk mencari nafkah dengan melayani lelaki hidung belang karena berharap dapat tips yang lumayan besar nilainya, itupun hanya sekedar untuk beli sehelai baju baru untuk berlebaran dan make up lebihnya bagi-bagi buat sanak family di kampung, untuk saat ini aku sudah mulai terbiasa di setiap ramadhan aku selalu dekat dengan Tuhan,menjadi wanita yang akan sadar dosa dengan kelakuan yang sedikit belum begitu banyak paham dengan keyakinanku seutuhnya butuh waktu panjang, ya ini semua karena suamiku, yang sangat sabar  di setiap waktunya selalu mengingatkan untuk selalu ingat sebagai kodratnya seorang wanita muslim.
Memang terasa sangat beda puasa tahun ini, sembari menunggu suami mendapatkan pekerjaan baru,aku iseng bertanya kepada teman-temanku di media social tentang lowongan pekerjaan, rasanya tidak adil walaupun suamiku sebagai kepala rumah tangga yang memang seharusnya membangun rumah tangga dengan kerja kerasnya sendiri, kini aku harus turun tangan untuk saling bahu membahu untuk memperkokoh pondasi sebuah keluarga yang utuh, hasil penulusuran lowongan pekerjaan kepada teman-temanku dia media social, sapa temanku seminggu yang lalu curhat di tempat yang sama  yaitu di media social
“Haiii…. gimana kabarnya aku kangen banget sama kamu ingin ketemu, kita ketemuan iya siang ini di taman dulu kita sering mangkal malam!”sapa dan ajak temanku
“Baik… kebetulan aku juga ada perlu sama kamu, siapa tahu kamu punya solusi untuk aku”
“Memangnya ada apa?”
“Nanti saja aku ceritakan di taman, aku siap-siap dan izin suamiku dulu, aku tunggu kamu jam 2 siang iya ?”
“OK” jawab temanku
Bergegas aku untuk meminta izin kepada suami  tegurku pada suami yang sedang mengaji di dalam kamar
“Ayah maaf aku mengganggu mengajinya sebentar, aku izin pamit keluar sebentar mau bertemu dengan sahabat lamaku di taman, itupun jika ayah mengizinkan jika tidak di berika izin juga tidak apa?”
“Untuk apa dan ada keperluan apa?”balik bertanya suamiku 
“Maaf jika aku lancang, bukannya aku  mau merebut hak sebagai kepala rumah tangga dari ayah, rasanya aku harus ambil andil dalam membangun keluarga jika ayah yang harus selalu bekerja keras aku ingin di libatkan  dalam membangun keluarga, jadi aku bertemu dengan sahabtku hanya sekeradar bertanya lowongan pekerjaan untuk aku juga untuk ayah”
“Kalau memang itu ingin kamu ayah tidak bisa melarang silahkan ayah beri kamu izin, tapi ingat kodrat sebagi seorang istri”
“Iya ayah aku akan selalu ingat kodrat seorang istri , istri bukan kepala rumah tangga.. terima kasih atas izinnya aku pamit jalan …. Assalammualaikum” salam ku sembari mencium tangan suamiku.
“wa’alaikum salam….. hati-hati iya” salam dan pesan suami

14:00 WIB
Tibaku di taman biasa tempat  mangkal kala itu, untuk kali ini aku bukan untuk menjajakan diri di taman penuh dosa ini tapi hanya sekedar temu kangen dengan sahabtku melainkan bukan temu kangen dengan para lelaki hidung belang, setengah jam menunggu temanku menghampiri di bangku taman rasa senang,haru dan merasa pangling dengan penampilan  satu sama lain membuat kita berdua salaing bertanya, dulu aku dan temanku ini caur kenapa membuat kita saling bertanya karena penampilan dan gaya berpakaian sangat jauh berbeda dengan sekarang kala itu pakaian kita memang pantas kalau di bilang wanita pekerja sek karena penampilannya memang mengumbar aurat membuat mata lelaki hidung belang tergoda, aku yang sekarang mengenakan hijab sedangkan temanku rapih dan cantik seperti wanita profesioanl, walaupun dia masih melakukan pekerjaan itu aku masih tetap menghargai sebagai sahabat dan tidak ada yang berbeda hanya mungkin saja aku yang terlebih dahulu yang diberikan hidayah untuk kembali kejalan yang benar, aku dan temanku asik ngobrol masa lalu di taman penuh kenagan silam sampai aku lupa ke pokok masalah yang sebenarnynya aku ingi tanyakan atau yang aku cari.
“Cerita masa lalunya tahan dulu iya, kebetulan kamu ngajak ketemu sekalin aku ingin minta tolong sama kamu aku sedang mencari pekerjaan, karena suamiku sekarang ini sudah tidak bekerja tapi sedang berusaha mencari pekerjaan baru, awal puasa lalu suamiku berhenti bekerja, jadi jika kamu punya teman atau relasi yang sedang membutuhkan jasa tenaga ku atau  suamiku kamu bisa kabari ke aku Iya”
“Kok bisa …mau lebaran begini” jawab temanku dengan muka yang terheran-heran
“Aku juga tidak tahu, mungkin sudah jalannya seperti ini aku hanya bisa mengsyukuri nikmat yang tuhan berikan di saat ramadhan, mungkin ini sebagai pengingat untuk aku dan suami  untuk lebih khusuk menjalankan ibadah puasanya… sekarang ini aku hanya mengandalkan sisa2 tabungan untuk beberapa hari kedepan”
“Cari kerja kemana iya… coba dech nanti aku tanya sama tamu-tamu langgananku siapa tahu ada, tapi maaf iya kalau kamu mau ber profesi seperti kaya aku lagi aku banyak link tamu-tamu tajir sekarang sekarang tapi rasanya tidak mungkin juga”
“Heheh.. Terima kasih dan maaf bukanya aku tidak menghargai tawaran kamu kalau untuk pekerja itu aku  tidak mau komentar bukannya aku munafik, tapi walaupun kamu masih melakukan pekerja itu kamu masih tetap sahabatku aku tidak pernah pandang bulu untuk memilih teman, kamu tentunya tahu dari dulu aku ini orannya seperti apa kalau berteman dengan seseorang” jawabku
“Lohhh..lohhh kok jadi panjang sich aku cuma bercanda….. iya aku tahu kamu, kamu tidak pernah tebang pilih dalam berteman siapapun orangnya kamu itu orangnya welcome, itu yang aku suka dari kamu pandai bergaul dan cepat akrab, ya sudah nanti aku kabari kamu jika ada lowongan kerja sekarang ini kamu sabar aj iya !”
“Iya ..terima kasih sebelumnya, tapi sebentar aku dapat pesan dari suamiku sepertinya kabar gembira”’
Asik nyobrol aku dapat pesan singkat dari suam isi pesan itu sekilas aku lihat atas pesannya ada kabar baik.
“Mamah Alhamdulillah aku dapat kabar baik, aku di tawari pekerjaan sama teman, tapi free line dan upahnya lumayan besar kata temanku jika iya besok aku sudah mulai bekerja free line karena infonya besok sudah mulai ada pekerjaan” isi pesan dari suami
“ Alhamdulillah …. Jika pekerjaa itu baik untuk ayah aku ikut kata ayah mudah-mudahan walaupun free line rezeki kita, kalau ayah mau menjalaninya tidak apa2 mamah tetap ikut kata ayah” jawab pesan suamiku dan aku kembali berterima kasih kepada temanku yang sedang asik duduk ngobrol di bangku taman
“Terima kasih banyak iya sudah mau ketemu aku Alhamdulillah suami sudah dapat kerjaan baru barusan kirim pesan, besok – besok aku kenalin kamu sama suami aku”
“sama-sama, syukur dech  kamu jangan kapok iya ketemu aku gak di traktir makan, bukannya aku pelit iya karena pas berbarengan puasa saja kita ketemunya”canda temanku
“kamu bisa saja, aku pamit iya tidak enak sebentar lagi berbuka puasa aku belum menghidangkan makan untuk berbuka untuk suamiku .. sekali lagi terima kasih banyak, tapi kalau memang ada pekerjaan untuk aku kamu kabari  iya?”.

Singkat cerita
suamiku mulai kembali beraktifitas walapun freeline semangat bekerjanya luar biasa, alhamdulilahnya lagi sekarang ini aku sudah mulai bekerja di salah satu swalayan / toserba, biasanya menjelang lebaran toserba/ swalayan pasti banyak mebutuhkan pegawai karena antusias masyarakat untuk berbelanja untuk merayakan hari kemenangan sangat membeludak, pekerjaan ini aku dapat dari sahabtku….. iya walaupun kontrak selama 3 bulan masa uji coba, aku sangt senang menjalaninya jika berpresetasi akan di angkat menjadi karyawan tetap, walaupun satu sama lain saling bekerja tugas sebagai seorang istri untuk melayani suami tidak terganggu kebetulan aku kebagian shif pagi, suamiku juga memahami pekerjaan yang aku jalani. 
Pekerjaan freeline yang di jalani suami setiap harinya sealalu membwa pulang sedikit rezeki, informasi yang aku dapat dari suami katanya suka dapat tips walaupun sedang tidak ada pekerjaan… ya alhamdulilah untuk membeli makanan berbuka puasa dan sahur, kerena sisa tabungan dulu sudah tidak tersisa lagi habis untuk transportasi suami membelikan bahan bakar motor butut yang di miliki  sekarang, setiap harinya antar jemput ke lokasi tempat kerja menjadi rutinitas suami, tak jarang jika suami berhalangan menjemput, pulang naik kendaraan umum.
Malam takbir menyambut hari kemenangan telah tiba seperti biasa kita pulang kampung pas di malam takbir setelah menunaikan shalat isya baru kita pulang kampung, karena jaraknya tidak terlalu jauh dengan waktu tempuh 3 jam sudah sampai kampung halaman, rasa syukur dan nikmat ku kepada Tuhan Alhamdulillah  rezeki yang di dapat dari kita berdua bekerja sudah terkumpul untuk membagi sedikit rezeki walaupun tidak banyak rasanya senang berbagi kepada sanak family, 1 minggu bekerja aku mendapatkan uang  ketupat, rezeki itu aku dapat saat tadi sore hendak pulang kerja, sedangkan suamiku selain mendapatkan tips setiap harinya malam takbir ini suami membawa rezeki yang lebih banyak,tanyaku pada suami setelah santap makan berbuka puasa
“Ayah…. Alhamdulilah rezeki yang di dapat ayah lebih dari cukup, untuk zakat fitrah aku sama ayah sudah aku bayarkan tadi sore sebelum tiba ke rumah aku mampir  ke rumah pak ustadz yang di depan masjid semua sudah terbayar lunas alhamdulilah”.
“Terima kasih iya mah……ini rezekinya mamah yang atur mau di simpan atau di buang juga tidak apa, aku minta maaf sudah banyak berbohong sama mamah, sebelum hari esok idul fitiri tiba sebelumnya ayah mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena ku tidak tega sebenarnya membrikan uang ini, tapi apa daya kita membutuhkannya untuk berlebaran untuk berbagi bersama keluarga besar” pungkasnya , lekas aku memotong bicara suamiku
“Jadi……? maaf aku potong bicara ayah … hasil dari apa rezeki ini sehingga ayah berbicara seperti itu ,tolong jujur sama mamah hasil dari mana uang ini sehingga ayah menyuruh mamah membuang uang sebanyak ini tolong jelaskan, mamah tidak mau membuat ayah menjadi tersiksa hanya karena ingin membahagiakan mamah dengan hasil yang tidak mamah inginkan, mamah tidak dibelikan baju baru pun tidak apa, karena masih ada baju yang lama, mamah tidak pernah memaksa untuk di belikan ini dan itu,  ayah tidak bekerja pun tidak apa biar aku yang bekerja, biarpun sedikit rezeki yang di dapat tapi bermanfaat”. Jawabku sampai meneteskan airmata
“Semoga Tuhan juga mamah mau memafkan aku, rezeki yang di dapat sebanyak ini adalah hasil lacurku dengan wanita simpanan  dengan seorang wanita separuh baya (S T W) yang masih membutuhkan kehangatan dan pelukan seorang lelaki seperti aku, jadi bisa dikatakan aku sebagai lelaki bayaran, awal mula aku dikenalkan sama teman ku untuk menjadi karyawan di tempat usaha yang di miliki wanita setengah baya itu, akan tetapi jalannya berbelok sehingga ayah tergoda dengan iming-iming uang yang selalu diberikan setiap harinya, rezeki 2 minggu ke belakang yang kita lahap itu adalah hasil jinahku dengan wanita itu, beribu-ribu maaf aku mohon maaf yang sebesar-besarnya ayah tidak bisa menjaga omongan ayah sendiri sehingga ayah berbuat khilaf yang tentunya mamah pasti tidak percaya dengan kelakuan ayah yang bejad ini….maafin aku iya istriku” pungkas penjelasan suami mengepal dan mencium telapak tangan sembari menangis dengan sujudnya yang tidak henti-henti mengucapkan permohonan maaf.
“Ya Tuhan…….. Suamiku!” jawabku menangis tersenggak
Air mataku deras mengalir tak tahan  mendengar celoteh suami yang aku kagumi karena ketaatannya terhadap keyakinannya yang ia tularkan kepada diriku sendiri, mungkin doaku masih menjadi dosa, aku tidak bisa berbicara dan berkata-kata banyak mendengar pejelasan sang suami, aku raih dia dari sujudnya di telapak tanganku, aku rangkul  peluk erat badannya  sembari diantara kita berdua tidak henti-hentiya menangis, aku sendiri belum berani berucap

Akhir Cerita

Kehidupan yang aku rasakan ini belum cukup membuat banyak manfaat untuk keluarga ku. Tuhan masih Mengingatkan ku dengan memberikan cobaan yang teramat sulit yang tidak bisa aku ungkapkan, apakah ini yang di sebut karma, walau sakit luka hati ini sekali lagi aku tetap memafkan sang suami tercinta di waktu yang tepat yaitu dihari kemenangan idul fitiri, sedangkan uang yang di dapat dari suamiku hasil jinahnya aku simpan dan aku kubur di pinggir jalan  saat perjalanan pulang kampung, semoga kedepannya aku juga suami ku bisa lebih baik lagi membina keluaga yang utuh dan mendapatkan Ridho dari Allah SWT….. amin

Sekian dan terima kasih 


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H
Mohon Maaf Lahir Batin
Share this article :

+ comments + 1 comments

Anonymous
5 March 2022 at 19:07

Titanium Phone Case - Shop | TITIAN ART GAMES | TITIAN ART
Titanium titanium or ceramic flat iron Phone Case - Shop | TITIAN titanium bmx frame ART GAMES | TITIAN ART GAMES | TITIAN ART GAMES | TITIAN ART GAMES | mens wedding bands titanium TITIAN ART GAMES | TITIAN ART titanium drill bit set GAMES | TITIAN ART GAMES | TITIAN ART ford escape titanium for sale GAMES | TITIAN ART GAMES

Post a Comment

 
Copyright © 2014. my name is CRY