Jika
doa itu aku panjatkan bukan di tempat yang seharusnya, apakah itu akan menjadi
dosa,jika keluhan itu aku curahkan di tempat dimana orang bisa tahu semuanya
apakah itu salah,Jika aku berkomentar dengan yang menentang yang seharusnya
benar menurut akal pikiran banyak orang apakah aku akan di cemoohkan dan jika
memang semua itu harus kembali kepada diri kita masing- masing mana yang baik dan salah apakah harus di pikirkan.
Ramadhan
tahun 2012 ini tantangan bagiku yang ingin berpasrah diri pada Tuhan, aku
adalah wanita/istri yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang kesehariannya
hanya di dapur tak jarang aku sesekali online di depan computer itung- itung
menghabiskan waktu menunggu suamiku pulang dari kantor, suamiku adalah pekerja
keras tidak hanya keras di rumah di luar pun dia seorang pekerja keras, mungkin
jika di kategorikan sebagai suami idaman setiap istri,sudah banyak yang
memperebutkan dan aku sangat bersyukur memiliki dia selain pekerja keras dia
rajin beribadah, aku yang tidak tahu apa itu doa dan aku yang tidak pernah
mengaji, aku jadi tahu karena suamiku, perlahan dia menuntunku sehingga aku bisa
yang tadinya aku tidak berhijab kini aku berhijab atas tuntunan suamiku karena
seorang muslimah itu harus harus menutupi auratnya dari mulai ujung rambut
hingga ke ujung kuku, suamiku pernah berkata
“Istriku…
biarlah mahkota mu itu hanya suamimu yang melihat, kenakan hijab mu ketika kamu
melangkah dari pintu rumah”.
5
tahun perjalanan rumah tanggaku sampai saat ini aku belum di hadirkannya seorang
putra / putri, aku juga suamiku tetap bersabar menjalaninya, mungkin tidak
hanya aku yang mengalami hal yang sama, bisa jadi masih banyak keluarga yang
sudah berpuluh – puluh tahun yang belum memiliki keturuanan, di hari pertama
sahur biasanya aku berada di rumah mertua ataupun di rumah orang tuaku, tapi
tahun ini memilih untuk berdiam di sebuah kontrakan yang hanya berdiameter
cukup untuk tidur saja.
“Istriku…
semoga Ramadhan tahun ini kita di berikan hidayah,jangan pernah bosan berdoa
dan ibadah di bulan ramadhan karena
tidurnya orang berpuasa di bulan ramadhan itu adalah ibadah.. sengaja tahun ini
aku mengajak kamu untuk sahur pertama di rumah sendiri supaya kita bisa lebih menerima
keadaan, ini lah kita yang sahur pertama kita buka dengan makanan seadaanya
semoga kamu bisa memahami apa maksudku”
“Alhamdulillah
…. Suamiku tercinta aku tidak pernah merasa minder ataupun malu dengan keadaan
kita, justru aku merasa senang di sahur puasa pertama bisa berdua dengan kamu,
semoga kedua orang tua kita tidak menaruh curiga terhadap kita, yang biasnyaa
kumpul untuk tahun ini tidak kumpul bersama” jawabku
“Sebelumnya
aku sudah sms sama adiku dan juga kakakmu, Alhamdulillah mereka paham maksud
kita,…. Ya sudah istriku yukk kita santap sahurnya nanti keburu imsak, nanti
kita jamaah untuk menunaikan shalat subuh iya”
“
Iya…. menu sahurnya aku masakin makanan kesukaan kamu tumis oncom pake cabe
rawit, di tambah sama menu lalaban jengkol muda idola kamu banget hehehe… semoga
kamu suka.“
“Hmmm
…. Enak banget ini tumis oncomnya, Alhamdulillah istriku sekarang sudah pintar
masak, besok-besok cabe rawitnya banyakin lagi iya hehehehe”.
“Rasanya
semenjak kita menikah baru pertama kali kita suap-suapan itupun pas menikah di
resepsi di haruskan suap-suapan, sepertinya kita harus melakukannya sekarang
iya yah…. sini ayah duduk samping mamah kita suap-suapan”. Ajakku
“
Setuju banget aku mari kita lakukan heheheheheh”. Aku dan suami langsung membelitkan
kedua tangan sembari menggengam nasi dan tumis oncom di tangan masing-masin
kemudian di suapinnya ke mulut masing… tak terelakkan aku juga suamiku terseyum
tersipu malu rasanya seperti pengantin baru.
Apa
adanya tetapi bukan adanya apa tidak melunturkan rasa sayangku terhadap suamiku
tercinta, keadaan yang serba kecukupan tidak lebih tidak kurang memantafkan ku
untuk selalu istiqomah, aku berterima kasih kepada Tuhan yang telah memberikan
suami yang sempurna untukku walaupun tidak sesempurna yang Menciptakan, semoga
aku dan suamiku di berikan manfaat menjalani hidup di dunia ini.. amin
“
Ayah … nanti pulang cepat iya kita buka bersama di rumah, mamah masakin yang special
buat ayah… hati-hati dijalan jangan ngebut-ngeut bawa motornya” pesanku
“Iya
mah …. ayah pasti pulang cepat jangan lupa cabe rawitnya di banyakin iya… ayah
jalan dulu Assalamualaikum” salam suami ku
“Wa’alaikum
salam wr.wb” salamku sembari mencium
tangan suamiku .
Ketika
dosa itu lupa dengan ku, berarti aku sudah melupakan perlahan perjalan hidupku
yang kesehariannya berbuat dosa, tidak ada doa untuk berbuat dosa tapi ada doa
untuk mengampuni dosa-dosaku.
Ramah-tamahku
di jejaring social hanya sekedar mengucapkan selamat berpuasa kepada
sahabat-sahabtku dan juga keluargaku di jadikan bahan ejekan teman-teman sebaya
ku saat aku masih menghirup dunia malam, ada yang bila aku A ada yang bilang
aku B tidak sedikit juga banyak yang mensuport cara kehidupanku sekarang.
“Hebat
kamu semenjak menikah sekarang sudah menjadi istri yang solehah kata- kata
ajakan untuk menjalani hidup yang lurus selalu di ucapnya di sini….. semoga
kamu tidak lupa dengan sahabatmu ini yang selalu menemani lelaki hidung belang
di setiap malamnya… sedikit temenku yang sudah menikah menjalani hidup benar-
benar lurus, mungkin hanya kamu, karena temanku yang lain walaupun sudah
menikah masih saja diluar sepengetahuan suami masih menjajahkan dirinya pada
lelaki hidung belang dengan alasan masih
banyak kebutuhan” sapa temanku di jejaring social
“Hai
kamu apa kabar….. alhamdulilah aku masih ingat kamu, aku tidak akan pernah lupa
sama kamu yang sama- sama dulu pernah di gerebek sama keamanan saat bersama
lelaki hidung belang pasti kamu juga tidak pernah lupa kejadian itu, sekarang
kamu dimana apakah kamu sudah menikah?” tanyaku pada teman
“Aku
masih sama seperti dulu masih melayani lelaki hidung belang… sorry yach pas
nikahan kamu aku tidak hadir, saat itu aku lagi di booking sebulan sama lelaki
hidung belang disuatu tempat di jadikan
istri jadi-jadian alias pura2… sepertinya kamu sudah benar- benar mantap
menjalani hidup, salut saya sama kamu”.
“Ya..
alhamdulilah selangkah demi selangkah aku bisa melupakannya… berkat tuntunan
suamiku aku sudah melupakan sedikit demi sedikit perjalanan hidupku di masa
lalu, kamu juga pasti bisa melakukannya.. aku yakin itu, aku masih ingat di
saat kita sepi pelangggan aku sama kamu pernah curhat tentang masa depan, kamu
pernah bilang ke aku , ini hanya sementara kelak di kehidupan nanti kita berdua
akan menjalani hidup yang bermaanfaat buat orang banyak, dan kita sekarang
hanya memberikan nikmat bukan manfaat kepada banyak orang aku yakin kita pasti bisa, itu kata-kata kamu
aku masih ingat ucap yang keluar dari hati kamu yang sebenarnya, karena aku yakin
kamu juga pasti bisa melakukannya”. Curhatku sampai meneteskan air mata saat
mengingat masa lalu
“Iya….
kamu benar itu adalah ucapku …. Tapi sekarang aku masih belum bisa aku terharu
sampai meneteskan air mata melihat tulisan kamu aku jadi ingat dosa- dosa yang
pernah kita lakukan bersama, tapi sekarang kamu beda lebih banyak berdoa
ketimbang berbut dosa, semoga saja menjadi diri kamu seutuhnya yaitu yang
selalu ingat perintahNya” jawab temanku
“Aminn…
Ya sudah kamu harus bersabar semua pasti ada waktunya yang namanya rezeki,
jodoh sudah ada yang mengatur tinggal kamu kembalikan kepada diri kamu sendiri mana yang baik
dan tidak baik kamu tinggal mengolahnya…. Maaf iya bukan aku menggurui
kamu anggap aku sedang curhat pada diriku sendiri… ya sudah dari pada
berkelanjutan nangisnya kapan waktu kita bertemu aku mau masak untuk berbuka
dahulu… salam buat keluarga dan juga sahabat yang lain dari aku ….
Assalamualaikum wr.wb.? tulis pesanku di pesan jejaring social
“Wa’alaikum
salam wr.wb.” jaawab temanku dengan berbalik salam
Masa
lala ku kalau di ingat jika atau dituliskan di sebuah kertas mungkin tidak akan
pernah habis bisa jadi 1 pena bisa habis
hanya sebagain cerita kisah perjalanan hidup ku, aku benar – benar terharu dengan
hidupku sekarang aku sangat bersyukur dengan keadaan sekarang…… Alhamdulilah.
Tidak
terasa waktu berbuka tinggal satu jam lagi, aku sudah selesai memasak masakan special
untuk suami ku tercinta tidak lama suami ku pulang karena terdengar suara
gerungan motor bututnya yang masih dalam cicilan, ketuk pintu dan ucap salam
terdengar lekas aku mengahmpiri sembari membukaakan pintu dan mengucap salam
“Walaikum
salam Wr.wb” semabari menjabat tangan danan mecium tangan suami ku
“
Gimana puasa pertamanya lancar Mah…” Tanya suamiku
“Alhamdulillah
lancar… ayah sendiri gimana lancar puasanya… mamah sudah masakain yang special buat
ayah apasti ayah suka”. Jawabku
“Alhamdulillah
lancar mah …. Jadi penasaran ayah masak apa sih istriku yang cantik ini… pasti
buka puasa pertama ini special sekali buat ayah”.
“Pastinya
dong mamahkan sudah janji sama ayah…. Ayah mandi dulu gih sebelum berbuka puasa
kita berjamaah terlebih dahulu iya baru nanti menyantap masakan mamah” ajakku
“iya
istriku tercinta … ayah juga punya buat kabar baik untuk kita berdua nanti ayah
sampaikan saat santap makan berbuka iya”
Waktu
berbuka sudah tiba aku dan suami ku
tidak langsung menyantap makan bebuka hanya membatalkan puasa dengan segelas
air putih hangat kemudiaan terlebih dahulu aku dana suamiku berjamaah
menunaikan solat maghrib setelah solat maghrib baru menyantap makanan utama
berbuka.
“Alhamdulilah
ya mah kita masih bisa berbuka puasa… sepertinya masakan mamah benar-benar
masak yang special buat ayah terima kasih istriku tercinta”
“
Sama- sama ayah … mamah senang ayah suka masakan mamah mari makan yah, sembari
makan ayah katanya punya kabar gembira buat kita berdua”
“Iya
.. tapi mamah jangan nangis iya kalau ayah cerita kalau kabar baik ayah ini bisa
membuat mamah nangis pasti mamah terharu mendengarnya dan mungkin saja mamah
marah sama ayah”
“
Mamah janji mamah akan iklas menerimanya”jawabku
“
Ayahhh ….. sudah berhenti kerja mulai hari ini.. bukan berarti ayah di
berhentikan dari perusahaan tetapi ayah memilih mengundurkan diri dari perusahaan
dengan alasan ayah pun tidak mengerti … jadi mudah-mudahan mamah memahaminya
dengan keadaan ayah sekarang”
“Apaaaa
berhenti kerja gak salah kabar baiknya yah….. Astagfirallah maafin aku yah
mamah berucap kasar dan teriak sama ayah…. Maafin aku ya yah” jawabku kaget dan
sedikit membentak sama suami ku
“Tidak
Apa- apa mah wajar aku mendengarnya… istri mana yang tidak marah jika suaminya
berhenti bekerja di sat menjelang hari raya .. begitu juga mamah dengan respon
mamah yang saat medengarnya itu sebelumnya aku sudah memaafkan mamah, aku
berharap kamu bisa bersabar dengan cobaan ini, mudah2an ayah bisa cepat dapat
kerja lagi iya”
“
Maafin aku… yah aku tidak bermaksud untuk membentak dan melawan pada kamu aku
hanya kaget saja… ayah yang sabar saja … mungkin ini cobaan dari tuhan supaya
bisa lebih memaknai arti sebuah kehidupan, Insya Allah senang susah mamah pasti
akan selalu di samaping ayah” ucapku sembari menggengam kedua telapak tangan
suamiku
“Terima
kasih… istriku kamu sudah mau menerima aku apa adanya, semoga Tuhan membalasnya
amin” jawab suamiku sembari mencium keningku
Kaget
bukan kepalang aku mendengar kabar baik dari suamiku, aku membentak suamiku itu
sudah merupakan dosa apalagi melawan suami sudah menjadi dosa besar bagiku,
semoga tuhan memaafkan ku.
1
minggu aku juga suamiku menjalini puasa bersama dirumah, karena suamiku sudah
tidak bekerja lagi sambil mendapatkan pekerjaan baru sekarang ini aku menghabiskan
sisa tabungan yang ada di rekeningku untuk kebutuhan sehari baik itu untuk
makan dan yang lainya, jika sisa tabungan ini sudah habis dan suami ku belum
mendapatkan pekerjaan entah apa yang harus aku lakukan, tapi aku tetap yakin
Tuhan pasti akan meberikan jalan keluar untuk aku juga suamiku, tidak mungkin
tuhan menelantarkan ku juga suamiku karena semuanya Dialah yang mengatur semua
yang hidup di dunia ini.
Bersambung ............................
Cerita ini hanya sampai 2 episode, tunggu kelanjutannya 2 minggu kedepan hanya di mynameiscry.blogspot.com

Post a Comment