By; mucry
![]() |
31
Desember 2011, pukul 08;05 wib
Hari ini banyak orang bilang hari yang di tunggu dan di
nanti di seluruh dunia, bagiku ini hari paling berbahaya dan mencekam kali
pertama aku baru merasakan malam menjelang tahun baru kali ini…..istri, ibu
mertua juga selingkuhan baru ingin merayakan malam puncak tahun baru bersama
denganku , bagi mereka iya bisa, bagi ku ya gak mungkin, apa mungkin aku pertemukan
ke tiga wanita itu, apa mungkin aku memalsukan diriku sendiri, agar terhindar
dari masalah siapa yang benar-benar
mirip denganku dan siapa yang mau menjadi diriku, aku sendiri gak rela menyerahkan 3 wanita kepada orang lain, apapun caranya aku harus
bisa melakukannya, jangan anggap aku lelaki kalau aku tidak bisa menaklukannya.
Semua mereka itu adalah sama di adalah wanita yang
sama-sama ingin yang lebih, entah apa
lebihnya itu ….iya mungkin tidak bisa di puaskan dalam hal apa aku sendiri
tidak pernah bertanya, jelasnya aku mungkin sudah bisa memuaskan mereka, apa
yang sudah mereka miliki sebelumnya belum puas apa engganya aku sendiri tidak mengetahuinya,
apa mungkin hanya mencari sensasi, kalau masalah sensasi yang bicara pasti
banyak yang ingin melakukannya…. Iya mereka bilang hanya mencari sensasi tapi
sensasi ku dengan ke dua wanita ini selain istriku bukan mencari sensasi malah
ingin lebih tahu isi dari sensasi itu.
Jam.
08.10 wib, menjelang malam tahun baru
Tidak ada aktifitas yang super sibuk seperti biasanya, pagi
ini aku menghabiskan waktu bersama istri juga ayah mertua di temani dengan
segelas teh dan kopi panas yang sudah tersedia di teras rumah yang di
sajikan istriku, obrolan kecilpun sesekali meletup dari mulut ayah mertua juga
istriku,
“Coba Ibu ada di sini iya… mungkin kita bisa malam tahun
baruan bersama ke puncak, rasanya kalau kita hanya bertiga canggun, nanti ayah
sama siapa pasangannya, di puncak itu dingin kalau aku kedinginan bisa
pelluk suami, kalau ayah nanti peluk siapa coba,masa peluk bantal ?” canda
istriku
“ Ayah sih gak takut kedinginan, tinggal tarik selimut aja
di jalanan!”
“Maksud ayah ……Tarik Selimut di jalanan gimana ? perasaan di
sepanjang jalur puncak gak ada yang jual selimut, banyaknya yang jual oleh-oleh
khas puncak seperti talas, pisang, peyem
juga lainnya !” tanyaku
“Kamu gak tau, apa memang pura-pura gak tau apa mau tahu,
hadehhhh.... makanya tanya sama yang sudah
pengelaman kaya ayah, aku saja tahu apa yang di maksud ayah…. Itukan maksud
ayah ?” jawan istriku
“Tuh istri kamu ajah tahu….. apa yang di maksud ayah, memangnya kamu belum pernah rasain selimut puncak, beuhhhhh hanet pisan kalau kata orang sunda ?”
“Sssttttt….. ayah kok malah di ajarin, kalau kamu coba-coba dan sampai ngelakuinnya aku potong kamu…. !” jawab istri sembari menatapku tajam
“Aku gak paham apa yang di bicaraka ayah juga kamu sampe aku
mau di potong segala, di potong apanya coba… hadehhhh.” Jawabku sambil tepok
jidat.
“Jadi malam nanti kita tahun baruan dimana jadinya, di rumah
apa memang tetep jalan kepuncak ?” tanya istriku, serentak jawab ku juga ayah mertua
“ Di rumah !!!”
“Ya sudahlah kalau memang di rumah aku pergi belanja sama
suami untuk keperluan nanti malam tahun baru”.
“ Ayah Juga Ikut dong ke mall, sekalian jalan2 suntuk di
rumah terus … lumayan bisa cuci mata lama juga kan di tinggal sama ibu kalian …
heheheh” canda ayah mertua sambil tertawa
“ Ayah Genit iya….. ?” bisik ku pada istri sembari beranjak
dari teras
“Wajar lah ayah genit lama gak di tidurin sama istrinya…. Xixixixi”
jawaban istiku mengundang gelak tawa, jadi merasa tersingung aku .
Dalam hati apa yang di kata kan ayah mertua juga istriku
benar, ayah yang ingin cuci mata, istriku bilang sudah lama gak di tidurin istrinya
benar semua, tidak ada yg salah yang mereka ucap yang salah itu aku juga ibu
mertua, selama ini aku yang selalu di tiduri ibu mertua begitu sebaliknya aku
yang keseringan meniduri ibu mertua
sampai hamil sembilan bulan dan bentar lagi tinggal menunggu hari sudah
terlahir anak hasil hubungan yang saling meniduri, jadi ayah mertua wajar jika
bicara seperti itu, sandiwara pergi ke eropa itu semua bohong benar apa kata
lirik lagu…
Peran yang kocak bikin kita terbahak- bahak, peran bercinta
bikin kita mabuk kepayang, ceritanya mudah berubah mulai dari cerita istri
muda, berondong tua dan berondong muda sampai sekarang terjadi sandiwara ibu mertua teman kencanku, memang benar
dunia ini penuh peranan, yang pura – pura tetap berjaya yang tidak meiliki
peranan berarti tidak pernah bersandiwara dan tahu itu adalah dosa.
Jam
10.00 wib malam menjelang tahun Baru
Aku, istri Juga ayah mertua pergi ke pusat perbelanjaan,
untuk persiapan malam nanti tahun baruan di rumah, tidak ketinggalan aku ajak
ibu juga ayah dan keuarga besar ku untuk bermalam tahun baruaan bersama di
rumah biar tambah rame, sekalian selamatan untuk menyambut dede bayi yang aku
adopsi ceritanya, nyatanya dede bayi yang akan hadir itu adalah anakku sendiri
hasil sering ketiduran sama ibu mertua.
Asiknya memilah – milah di swalayan, hp ku bordering aku lihat
dari si sayang mertua..
“sebenatar aku terima telp dulu, suka putus signal kalau di
dalem sini aku keluar sebentar terima telp dulu dari bos ku” izinku pada istri
“Hallo .. iya sayang, aku lagi sama istri juga suami kamu di
mall, ada apa nanti aku telp balik iya?” Tanyaku pada si sayang ibu mertua
“Sayang…. Perut aku mules terus ni pengen buang air kecil
terus…. sepertinya aku lahiran malam ini dech !” Keluh si sayang ibu mertua
“Husss …. Ngaco kamu bukannya taggal 5 besok baru lahiran,
bilang aja kangen malam nanti tahun baru aku pasti hadir bersama kamu sayang,
tapi kamu harus ngerti iya, di rumah nanti malam juga ada pesta, aku undang
keluarga juga untuk merayakan tahun baruan, puncak jam 12 teng nanti malam pasti
bersama kamu… sabar iya” jawab ku santai
“Ini aku beneran…. Perutku mules terus dari pagi, enak iya
malah belanja- belanja, di sini aku ngandung anak kamu sampe kesakitan kamu
bilang becanda, pake ngatain ngaco lagi…. Kamu tuh yang ngaco bukannya jagain
anaknya yang mau terlahir malah asik ngeceng di mall !” emosinya bicara si
sayang mertua
“ Kamu gak sadar apa yang kamu bicarain barusan …..
ngeceng dari mana, aku pergi bareng istri juga suami kamu bukannya ngeceng sendiri di mall, memangnya semua ini mau ku sendiri,
ya aku begini untuk menjaga hubungan
kita agar baik- baik saja agar tidak terbongkar kamu kalau ngomong asal jeplak
aja kaya stempel kelurahan… !” jawabku terbawa emosi.
“ Ya sudah terserah …. Jangan salahin aku kalau anak kamu kenapa – napa di perut ku !” ancaman dan sembari menutup
telpnya sisayang ibu mertua.
“yeee… ni kenapa si sayang, pagi-pagi sudah marah gak jelas”.
Ucapku sendiri sambil melihat handphone, hampiri istri juga ayah mertua yang
asik belanja, tanya istriku
“ Ada apa dengan bos kamu, kamu suruh masuk kerja….?gila aj
tuh bos tahun baru suruh masuk kerja”. cetus
“ Ohhh,….. engga dia undang aku untuk malam tahun baruan di rumahnya,
sekalian mau di kenalin sama klien-kliennya…. Itu aj kokk” jawabku ngeles
“Terus kamu mau.. ?” tanya istriku
“ Iya mau gak enak kalau aku tolak tapi nanti jam 7 malam
acaranya, jadi aku bisa malam tahun baruan bareng keluarga di rumah tentunya sama kamu juga sayangkuu”.
“Oooow … ya sudah kira aku kamu mau ngilang tahun baruan
bareng bos-bos kamu !”
Kembali berdering Handphone ku, kali ini bukan nanda panggil
telpon masuk, tapi nada panggil pesan masuk ( sms ), sembari berjalan dorong
keranjang belanja si wanita misterius yang kirim pesan
“Aku ada di belakang kamu, coba kamu menoleh ke belakang !”
isi pesannya, toleh ku ke belakang
“Hahhhh… Ngapain kamu disini… cari masalah saja ya.....” teriak ku
tak bersuara pada si wanita misterius yang ada di belakangku alias selingkuhan baru di tempat yang
sama
“Aku tunggu kamu di depan toilet !” ajaknya
Hadehhhhh tuh wanita cari masalah pake ada disini, kembali
pamitku pada istri kali ini bukan untuk terima telpon tapi kebelet pipis , sapa
wanita misterius itu di depan toilet yg sepi
“Ngapain kamu disini, nanti malam jadi kan tahun baruan
bareng aku …. sengaja aku kesini belanja buat persiapan nanti malam, pokokknya kamu harus datang,
kalau gak datang aku bongkar semua sandiwara kamu!” ajak dan mengancam wanita
misterius
“Iya …. Aku pasti datang, kamu tunggu saja dimana kamu mau…. Aku layani
kamu hingga kamu puas” jawabku sembari mendekap di badannya selosor bibirnya
nyosor di bibir ku dan mencumbu
“ Muachhh… aku suka gaya loee …, aku tunggu di tower B di
apartemen sebelah istri muda kamu yang sedang hamil… sudah sana temani istri
kamu sama ayah mertua kamu belanja awass di sini banyak berondong muda jangan jelalatan iya …. Aku tunggu kamu
nanti” cium dan lekas pergi wanita misterius itu
Tak berdaya diam seperti di lem mulutku gak bisa berkata ketika wanita
itu bicara apartemen tower B samping apartemn si sayang ibu mertua, mataku tak
berkedip mendengar dan melihatnya membayangkan pantas saja dia tahu semua
tentang aku ……
Ternyata bangkai yang aku sembunyikan masih tercium baunya,
berarti aku belum bisa bersembunyi di balik kesalahan, masih untung wanita
gila itu yang tahu, berarti aku masih bisa terhindari dari perang dunia ke tiga
bersama istriku atau bisa jadi keluarga besarku.
Ternyata menjadi seseorang siapaun itu untuk menjadi pribadi
yang jujur, tulus dan setia tidak mudah seperti membalikan telor mata sapi di
pengorengan, mau tidak mau jika mau jadi bener berusaha harus menjadi yang bener
jangan mau bener aj tapi gak bener-bener, orang yang salah saja masih bisa di maafkan dan akan di ingkat untuk menjadi yang bener lagi, kesimpulannya aku ini masih belum bisa menjadi suami yang diniginkan istri
untuk menjadi suami yang baik, baikku kepada istri yang aku rasakan saat ini
hanya tipu dayaku untuk selalu di percaya oleh istri . tapi istriku
berikan waktu juga ketulusan dan kasih sayangnya padaku dari dalam hatinya …. Ituuu.
Berlanjut ke Part 13... MInggu Depan

Post a Comment